Isu Pencemaran Lingkungan Serta Cara Pemerintah Menaggulanginya

Isu mengenai pencemaran lingkungan adalah isu besar yang akan terus menjadi pembahasan. Kesadaran masyarakat yang rendah akan lingkungan yang bersih dan lestari, menjadi faktor mengapa kerusahan lingkungan terus terjadi. Dikutip dari tagar.id Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam diskusi yang dilakukan secara virtual yang juga menghadirkan Menteri Lingkungan Singapura, menjelaskan bahwa Indonesia terus berupaya melakukan kegiatan guna menjaga kelestarian alam.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Dan Investasi, Luhut dalam forum diiskusi tersebut menjelaskan salah satu upaya penangannan pencemaran lingkungan yaitu dengan penanganan sampah yang baik. Ia kemudian memberi salah satu contoh penanganan sampah yang sudah dilakukan, yaitu di sungai citarum. Di mana sungai tersebut pernah menyandang predikat sebagai sungai terkotor di dunia.

Tidak hanya kementerian terkait saja yang ikut berupaya menangani permasalahan lingkungan. Salah satunya Kementerian Perindustrian sebagaimana diberitakan Akurat.co, terus mendorong percepatan industr motor listrik di Indonesia. Hal itu karena sangat berdampak positif dan memberi manfaat lebih, baik itu dari segi energi atau pun lingkungan.

Resolusi Hijau

Isu Pencemaran Lingkungan Serta Cara Pemerintah Menaggulanginya

Isu pencemaran lingkungan tidak hanya sebagai isu atau permasalahan dalam masyarakat, namun juga sebagai tantangan besar di kemudian hari. Kebijakan pemerintah saat ini masih dinilai abai dalam menangani pencemaran lingkungan. Salah satu Lembaga  penggiat kelestarian alam, Greenpeace dalam laman web resminya. Mengajak masyarakat untuk memiliki resolusi hijau untuk perubahan baik bagi kelestarian alam. Harapan atau resolusi tersebut antara lain.

  1. Memiliki hutan tanpa api

Hutan tanpa api yang dimaksud adalah hutan Indonesia yang terbebas dari kebakaran akibat ulah perusahaan demi kepentingan bisnisnya. Kebakaran hutan memang menjadi permasalahan yang muncul ketika musim kemarau tiba. Selain karena banyak lahan hijau yang dihilangkan, yang berakibat pada kelestarian hidup serta ketersediaan air. Pembakaran hutan ini juga sangat berdampak bagi kesehatan masyarakat. Banyaknya asap yang ditimbulkan, tentu tidak baik untuk kesehatan paru-paru seseorang.

  1. Menghentikan polusi plastik

Greenpeace mengajak masyarakat untuk menggurani penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Serta mendorong perusahaan untuk bertanggung jawab atas limbah yag dihasilkan dari kegiatan industri mereka. Plastik sebagai produk yang tidak dapat terurai, membuat keberadaannya menjadi masalah lingkungan yang dekat dengan masyarakat. Pengurangan penggunaan menjadi hal kecil namun penting yang harus dilakuakn masyarakat mulai dari dirinya masing-masing.

  1. Laut yang terlindungi

Melindungi laut dari pengangakapan ikan secara besar-besaran, mencegah pengrusakan terhadap terumbu karang, serta kerusakan lain akibat ulah manusia. Laut sebagai tempat hidup bagi hewan, yang tentu keberadaan dan kelestariannya penting untuk keseimbangan ekosistem. Selain itu, juga sebagai sumber pangan potensial bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan proten. Sehingga ketestarian untuk dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam waktu panjang, sangat perlu untuk dilakukan.

  1. Menggunakan energi terbarukan

Pemanfaatan energi secara besar-besaran memang memiliki dampak positif, khususnya bagi pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Namun ini bukan tanpa resiko, sebagai contoh adalah ancaman kerusakan lingkungan. Beralih keenergi terbarukan, menjadi salah satu solusi guna mengurangi kerusakan alam yang lebih parah.

Mencintai alam sejak dini

Resolusi Hijau

Perubahan perilaku merupakan kunci utama agar kerusahan alam bisa diminimalisir. Pendidikan tentang kesadaran menjaga lingkungan pun wajib untuk diberikan. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk ikut andil dalam menjaga kelestarian alam. Tidak terkecuali bagi anak-anak usia dini. Berikut adalah beberapa cara mengajari anak agar peduli terhadap lingkugan.

  1. Mencintai alam

Menanamkan kecintaan pada alam dapat dilakukan dengan seringnya mengajak anak bermain di luar ruangan. Seperti jalan-jalan ke taman, pergi ke pantai, camping dan lain sebagainya. Bermain di alam terbuka,kemudian menjelaskan kepada anak bahwa semua yang ada di lingkungan haruslah dijaga. Sehinngga diharapkan kesadaran anak akan lingkungan yang lestari bisa muncul.

  1. Ajarkan buang sampah pada tempatnya

Menanamkan perilaku ini sejak dini, agar anak sedikit demi sedikit memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal ini pula yang akan berdampak pada kelestarian alam. Berilah penjelasan yang mudah dimengerti, bahwa membuang sampah sembarangan merupakan tindakan yang tidak baik, serta dapat merugikan orang lain. Serta ingatkan selalu anak ketika tidak membuang sampah pada tempatnya. Agar perilaku ini menjadi suatu kebiasaan.

  1. Belajar berkebun dan menanam pohon

Kegiatan akhir pekan juga dapat diisi dengan berkebun bersama anak. Selain untuk mengisi waktu luang, kegiatan ini juga dapat menjadi media bagi anak untuk belajar mencintai dan merawat tanaman yang ditanamnya sendiri, yang diharapkan dapat memunculkan kepedulian terhadap kelestarian.

  1. Membawa dan mengunakan tempat makan sendiri

Alangkah lebih baik jika kebiasaan membawa bekal ditanamkan kepada anak sejak dini. Kebiasaan ini sudah turut menjaga kelestarian dengan tidak menggunakan produk satu kali pakai.

Menjaga kelestarian alam pada hakekatnya tidak hanya tugas dari pemerintah sendiri. Dibutuhkan kerjasama yang baik dari seluruh masyarakat, guna menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat.