Kebijakan Sekolah Tatap Muka Oleh Pemerintah Saat Pandemi Virus Corona

Wabah virus corona yang sekarang ini sedang melanda dunia termasuk Indonesia, membuat sejumlah kegiatan sehari-hari menjadi terbatas atau bahkan terhambat. Salah satunya yaitu kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan. Sistem baru pun dipakai yaitu dengan menerapkan sekolah berbasis daring. Kebijakan pemerintah untuk melaksanakan kegiatan belajar secara online ini, sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran virus corona.

Namun baru-baru ini Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim, mengatakan bahwa akan segera memberi izin agar kegiatan sekolah tatap muka bisa kembali dilaksanakan. Berbagai syarat ketentuan kemudian diterapkan, untuk memilih daerah mana saja yang boleh membuka kembali sekolah-sekolahnya.

Sebagaimana diberitakan PikiranRakyat.com, Nadiem menjelaskan bahwa izin sekolah dengan tatap muka hanya akan diberikan kepada daerah-daerah yang berada di zona kuning atau hijau persebaran covid-19. Alasan mengapa peraturan tersebut bisa saja diterapkan, karena daerah yang berada di dua zona tersebut, kebanyakan berada di wilayah terpencil, yang memiliki akses internet yang buruk. Sehingga sistem belajar secara online akan sulit dilaksanakan.

Uji coba sekolah tatap muka juga sudah dilaksanakan di beberapa daerah. Salah satunya di Kabupaten  Banyumas, Jawa Tengah. Namun baru tiga minggu kegiatan dilaksanakan, terdapat seorang guru yang terkonfirmasi positif virus corona di SMP Negeri 6 Purwokerto. Kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut pun dihentikan sementara. Namun untuk kegiatan di sekolah-sekolah lain, tetap dilaksanakan seperti biasanya.

Kelengkapan Fasilitas Sekolah

Kebijakan Sekolah Tatap Muka Oleh Pemerintah Saat Pandemi Virus Corona

Kebutuhan akan pendidikan memang menjadi hal vital yang tidak dapat dihentikan dalam kehidupan masyarakat. Wabah virus corona kemudian memaksa pemerintah untuk menerapkan kebijakan baru yang berhubungan dengan kegiatan mengajar tersebut. sekolah online menjadi salah satu cara yang dapat digunakan agar kegiatan belajar tetap bisa dilaksanakan. Namun kehidupan dan kegiatan serba terbatas akibat covid-19 ini sudah berlangsung hampir 9 bulan lamanya. Membuat beberapa institusi lembaga atau pun pemerintah mulai memikirkan menerapkan kembali kegiatan seperti sedia kala. Salah satunya yaitu kegiatan belajar di sekolah.

Kegiatan belajar mengajar yang sekiranya akan dilaksanakan ini tentu juga harus selalu mengedepankan kesehatan siswa. Jangan sampai terdapat penyebaran virus baru. Salah satu hal wajib yang harus dilakukan adalah melengkapi sekolah dengan beberapa fasilitas yang diupayakan untuk mencegah penularan virus. Berikut adalah beberapa fasilitas yang harus di sediakan oleh setiap sekolah.

  1. Alat pengukur suhu tubuh

Suhu badan yang tinggi umumnya menjadi salah satu indikasi seseorang terpapar virus coronya. Sehingga pengecekan suhu tubuh sangat perlu untuk dilakukan, sebagai upaya pencegah penularan virus yang lebih luas. Alat pengukur suhu ini harusnya menjadi peralatan yang wajib ada di suatu tempat yang melaksanakan suatu kegiatan dengan banyak orang, salah satunya sekolah.

  1. Tempat cuci tangan

Fasilitas kebersihan juga menjadi persoalan yang banyak ditemukan di sekolah-sekolah Indonesia. Sering kali fasilitas sekolah seperti toilet dalam keadaan yang kurang layak. Virus covid-19 yang sedang melanda masyarakat saat ini, membuat orang dituntut untuk lebih menjaga kebersihan. Salah satunya yaitu dengan sering mencuci tangan. Tangan sebagai organ tubuh yang banyak melakukan kontak fisik, membuat keberadaan kuman maupun virus banyak di bagian tersebut. sehingga kegiatan cuci tangan ini sangat penting untuk dilakukan, guna mencegah kuman atau virus masuk kedalam tubuh. Tempat cuci tangan yang memadai, kemudian menjadi fasilitas yang seharusnya ada di sekolah yang kembali dibuka.

  1. Kapasitas murid dikurangi

Salah satu cara pencegahan penyebaran virus yaitu dengan menjaga jarak antara satu orang dengan lainnya. Mengurangi jumlah siswa yang masuk secara bersamaan juga penting untuk dilakukan. Keberadaan siswa dalam jumlah yang sedikit, memungkinkan sistem jaga jarak tetap dapat diterapkan. Cara yang mungkin saja dapat dilakukan yaitu dengan membagi waktu sekolah menjadi beberapa kloter.

  1. Tempat duduk yang dibuat berjarak

Tampat duduk yang dibuat berjarak ini membuat kebijakan untuk menjaga jarak tetap bisa dilakukan. Sehingga sekolah perlu mengatur kembali tempat belajar agar tetap bisa menerapkan protokol kesehatan ini. Sebenarnya cara ini sangat bisa dilakukan, ketika jumlah murid yang datang juga dikurangi.

  1. Waktu belajar lebih singkat

Pembatasan waktu untuk berkumpul dengan banyak orang di tempat dan waktu yang bersamaan, membuat kemungkinan orang berbaur juga semakin kecil. Meskipun protokol kesehatan seperti yang dijelaskan di atas telah dilakukan, keberadaan orang ditempat yang sama dalam waktu yang panjang, memungkinkan interaksi antar individu yang semakin banyak. Jika ini terjadi, kemungkinan penyebaran virus menjadi lebih besar.

Klister Penyebaran virus corona di sekolah

Penyebaran virus corona di sekolah2

Penutupan sekolah ketika ditemukan kasus corona juga harus segera dilakukan, seperti di SMP Negeri 6 terdapat seorang guru yang terkonfirmasi positif virus corona Purwokerto. Dikutip dari CCN Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan bahwa kasus penyebaran di sekolah-sekolah tidak boleh serta merta disangkut pautkan dengan pembukaan sekolah di zona kuning atau hijau. Jika ditemukan penyebaran di sekolah-sekolah, perlu kiranya untuk merevisi kebijakan tersebut.

Rencana pemerintah untuk membuka kembali sekolah-sekolah juga perlu disikapi oleh para orang tua, dengan mengajarkan anak pola hidup sehat seperti yang dianjurkan dalam protokol kesehatan penyebaran virus corona. Mengajarkan dan menjelaskan cara mencuci tangan dengan benar, himbaun untuk tidak berdekatan satu sama lain. Menjadi beberapa cara yang bisa dilakukan.