Perhatian Pemerintah Terhadap Ancaman Stunting Dan Gizi Buruk Pada Masa Pandemi Corona

Kementrian pertanian yang dipimpin langsung oleh Menteri Syahrul Yasin Limpo bersama dengan Komisi IV DPR mengunjungi objek penanaman padi kaya nutrisi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Sebagaimana diberitakan Merdeka.com, lahan tersebut dijadikan media uji coba penanaman pada varietas baru Inpari Nutri Zinc. Padi varietas baru ini diklaim memiliki nilai gizi yang sangat baik berupa nutrisi zinc yang baik untuk pemenuhan nutrisi ibu hamil dan anak-anak. Angka stanting yang tinggi di Indonesia juga menjadi alasan mengapa varietas baru dari bahan makanan yang memiliki nilai gizi yang lebih baik terus ditingkatkan.

Permasalahan gizi buruk pada anak atau yang lebih sering disebut dengan stunting, masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerinta Indonesia. Stunting sendiri merupakan kondisi di mana anak mengalami gagal pertumbuhan yang mengakibatkan tubuh menjadi pendek yang diakibatkan karena kekurangan gizi.

Dilansir dari faktapers.id, pada tahun 2018 prevalensi stuting Indonesia menduduki peringkat 108 dari 132 negara. Sedangkan di Kawasan Asia Tenggara, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Kamboja sebagai negara dengan prevalensi stunting tertinggi. Selain itu menurut survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), angka stunting anak-anak Indonesia masih sebesar 27,7 persen dari total seluruh anak. Pemerintah sendiri menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun2024.

Meningkatnya angka stunting saat pandemi corona

Perhatian Pemerintah Terhadap Ancaman Stunting Dan Gizi Buruk Pada Masa Pandemi Corona

Pandemi virus corona yang sedang melanda Indonesia juga dinilai oleh pakar gizi berdampak pada pemenuhan gizi anak. Banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan selama pandemi ini terjadi, membuat daya beli masyarakat untuk memenuhi kecukupan gizi menjadi turun

Dilansir dari Tempo.co Prof.Dr. Ahmad Sulaiman, seorang pakar gizi dan pangan, mengatakan bahwa pandemi corona seperti sekarang ini sangat berpengaruh pada kualitas gizi anak. Akibatnya mungkin tidak akan terlihat dalam waktu dekat, namun ini akan sangat berpengaruh pada kualitas kesehatan dan kecerdasan anak 15 tahun lagi. Tujuan pemenuhan gizi anak ini tidak hanya untuk kesehatan dan kecerdasanya di masa depan. Akan tetapi juga sebagai pertahanan diri agar anak tidak tertular virus corona.

Pemenuhan gizi anak

stunting saat pandemi corona

Pemenuhan nutrisi pada anak menjadi salah satu cara agar anak terhindar dari stunting. Sehingga tumbuh kembangnya menjadi baik. Tidak hanya itu, gizi yang baik juga memiliki peran yang sangat penting bagi kondisi badan anak. Berikut adalah beberapa manfaat pentingnya pemenuhan nutrisi anak sejak dini.

  1. Meningkatkan kekebalan tubuh

Nutrisi yang baik dan cukup dapat membuat sel-sel kekebatan tubuh pada anak menjadi lebih baik. Sistem kebebalan tubuh yang baik akan membuat tubuh dengan mudah melawan virus atau kuman yang menyerang badan, yang membuat anak tidak mudah sakit. Badan yang sehat membuat kesempatan anak untuk bermain dan belajar menjadi semakin besar. Sehingga diharapkan dari proses bermain dan belajar itulah kecerdasan anak semakin terasah.

  1. Memelihara kesehatan

Agar tubuh dapat bekerja dengan baik dan optimal, maka dibutuhkan energi sebagai bahan penggeraknya. Sumber energi tidak lain adalah makanan yang dikonsumsi anak. Makanan yang dikonsumsi pun tidak boleh asal sembarangan. Jenis makanan harus yang penuh dengan nutrisi seperti vitamin, karbohidrat, protein, zat besi dan lain sebagainya.

Pemenuhan gizi yang baik selain membuat kerja dan fungsi tubuh berjalan dengan optimal, juga membantu proses pemulihan ketika sakit. Nutrisi yang baik dapat membuat kekebalan tubuh menjadi lebih baik pula. Sehingga badan dapat melawan penyakit yang menyerang tubuh. Proses penyembuhan pun bisa menjadi lebih cepat.

  1. Memenuhi energi sehari-hari

Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Asupan nutrisi yang baik dan seimbang, serta pola makan yang baik dapat menjadi sumber energi sebagai tambahan daya untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

  1. Sebagai pencegahan gizi buruk.

Anak kekurangan gizi akan mudah teserang penyakit, serta tumbuh kembangnya yang tidak optimal atau terganggu. Dikutip dari Kompas.com, malnutrisi atau gizi burung menjadi penyebab kematian sepertiga anak-anak di seluruh dunia. Sedangkankan populasi yang rentang terkena penyakit akibat malnutrisi ini adalah anak-anak dan wanita hamil. Guna mengetahui apakah anak anda mengalami kekurangan gizi, mak perlu dilakukan pemeriksaan indek masa tubuh.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia kemudian menerbitkan panduan buku gizi seimbang pada masa pandemi virus corona. Makan makanan yang bergizi seimbang menjadi pokok pembahasan pertama dalam panduan tersebut. Makanan pokok yang dimakan merupakan sumber karbohidrat yang dapat ditemukan pada nasi, jagung, umbi-umbian, atau kentang.

Nutrisi akan protein kemudian dipenuhi dengan adanya lauk pauk, seperti telur, daging, ikan, ayam untuk sumber protein hewani. Dan untuk protein nabati dapat ditemukan pada jenis makanan seperti, kacang-kacangan, tahu, atau tempe.

Sayur dan buah juga tidak kalah pentingnya bagi penenuhan nutrisi anak, yaitu sebagai sumber vitamin, serat dan mineral. Buah ini juga lebih baik apabila menjadi pilihan untuk cemilan anak. Jangan sampai anak diberi makanan ringan yang tidak memiliki nutrisi yang baik.