Bantuan Langsung Tunai UMKM Oleh Pemerintah Untuk Peningkatan Bisnis

Pendaftara Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk Usaha Mikro Kecil Menengah tahap 2, dibuka hingga akhir bulan November 2020. Sedangkan target untuk penerima pada tahap dua ini naik menjadi 12 juta penerima, dari yang sebelumnya 9 juta penerima. Program pemberian BLT ini menjadi salah satu kebijakan pemerintah sebagai respon dampak pandemi virus corona.

Dilansir dari ANTARA, antusiasme masyarakat yang tinggi mengenai program ini kemudian membuat Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM berencana melajutkan program ini di tahun 2021. Menurut Teten Kemenkop UKM telah menerima data sebanyak 28 juta UMKM, padahal untuk alokasi yang diberikan hanya 12 juta UMKM.

Bantuan yang telah diluncurkan sejak Agustus 2020 ini, bertujuan untuk menambah modal usaha bagi pelaku UMKM. Setiap pendaftar nantinya akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 2,4 juta. Diharapkan dengan bantuan tersebut, usaha mikro kecil menengah tetap dapat bertahan serta mengembangkan usahanya di tengah pandemi virus corona.

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon pendaftar adalah sebagai berikut.

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI)

Memiliki usaha mikro atau kecil.

Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Selain itu calon pendaftar juga sedang tidak menerima kredit dari sebuah perbankan atau KUR.

Calon pendaftar yang memiliki alamat tempat usaha yang berbeda dengan domisili tempat tinggal, maka tetap dapat mendaftar dengan melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU)

Calon pendaftar bukanlah Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI atau Polri, juga bukan pegawai BUMN atau BUMD.

Namun perlu diketahui bahwa pemilik UMKM yang dapat mendaftar adalah UMKM yang telah diusulkan oleh Lembaga pengusul. Lembaga-lembaga yang dapat dijadikan sebgai Lembaga pengusul adalah, pertama, dinas yang memiliki tanggung jawab atas UKM atau koperasi. Kedua, koperasi yang sudah menjadi badan hukum. Ketiga, kementrian atau lembaga. Keempat, perusahaan atau perbankkan yang sudah terdaftar dalam OJK.

Cara mendaftar BLT UMKM

Bantuan Langsung Tunai UMKM Oleh Pemerintah Untuk Peningkatan Bisnis

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM sebagaimana diberitakan Kompas.com, meminta masyarakat untuk mendaftar guna mendapatkan BLT UMKM tahap 2 ini, yaitu dengan mengajukan diri kepada Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah yang terdapat di kabupaten atau kota yang berada di daerah masing-masing.

Jangan lupa untuk melengkapi persayaratan data berupa, nama lengkap, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat tempat usaha, alamat tempat tinggal, serta nomor telepon. Sedangkan pencairan dana bantuan akan disalurkan ke rekening masing-masing peserta.

Dan untuk jenis usaha yang bisa didaftarkan adalah usaha mikro dalam bidang apapun. Seperti industr rumahan, yang sudah permanen. Artinya usaha tersebut benar-benar menjadi bisnis yang sedang dijalankan

Bantuan yang tidak digunakan semestinya

Bantuan Langsung Tunai UMKM

Setelah pemerintah memeberikan bantuan berupa suntikan dana untuk lebih mengembangkan usaha mikro yang sedang dijalankan. Maka selanjutnya tugas dari pemelik usaha itu lah yang harus bersungguh-sungguh menjalankan dan mengembangkan usahanya. Jangan sampai dana Rp 2,4 juta tersebut tidak memiliki pengaruh pada kemajuan usaha yang sedang dijalankan. Namun belakangan ini banyak sekali ditemukan masyarakat yang mendaftar untuk mendapatkan bantuan BLT UMKM haya untuk mendapatkan tambahan uang saja. Tidak ada usaha untuk memajukan bisnis yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa cara yang disa dilakukan untuk mengembangkan UMKM.

  1. Memilih tempat usaha dengan tepat

Cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan usaha yang sedang dijalankan yaitu dengan memilih tempat di daerah yang berpotensial menaikkan penjualan. Pemilihan tempat ini juga harus disesuaikan dengan target pasar yang dituju. Melakukan observasi mengenai daerah yang ingin dijadikan tempat usaha menjadi wajib dilakukan. Jangan malu untuk bertanya kepada orang yang lebih mengetahui daerah tersebut, serta carilah informasi sebanyak-banyaknya.

  1. Meningkatkan mutu produk dan pelayanan

Peningkatan mutu pada produk atau jasa yang ditawarkan menjadi hal penting bagi kemajuan bisnis itu sendiri. Menerima kritik dan masukan, serta memperbaiki itu semua menjadi lebih baik.

  1. Promosi melalui media sosial

Kegiatan promosi menjadi hal penting yang harus dilakukan dalam setiap bisnis yang dijalankan. Tanpa adanya promosi, masyarakat tidak akan tahu dengan brand atau produk yang anda jual. Media sosial dinilai sangat efektif untuk memasarkan suatu barang atau jasa di era modern seperti sekarang ini. Selain karena biayanya yang murah, jangkauan dari media promosi yang satu ini juga luas. Lalukan promosi dengan sekreatif mungkin, untuk memikat para calon konsumen. Frekuensi promosi juga harus sesering mungkin, agar masyarakat semakin familiar dengan brand atau usaha milik anda.

  1. Membangun relasi sesama pengusaha

Kegiatan bisnis adalah kegiatan yang tidak dapat dilakukan sendiri, ada kalanya memerlukan kerjasama dengan orang lain untuk peningkatan bisnis. Berteman dengan banyak pengusaha, selain untuk menjalin relasi yang baik serta saling bertukar ilmu dan pengetahuan mengenai dunia bisnis. Kegiatan ini juga bisa menjadi peluang untuk memperluas usaha bisnis di daerah lain. Salah satu cara untuk membangun relasi tersebut adalah bergabung dengan komunitas atau perkumpulan yang memiliki jenis usaha yang sama dengan usaha yang sedang anda jalankan.